Ucapan maghfirat terhambur dibibir pucatnya…Menahan kedinginan salju kota London
Sehelai mafela biru terlilit di leher jinjangnya
Lantas dipadan ke leherku
Tubuh kembali hangat seperti di hadapan bara api
Atmaku bercelaru, terpaku panahan Robin
Aku terhanyut seperti kapal layar di tengah lautan
Menanti sang bayu tentukan arah tuju
Redup anak mata coklat ku tatapi
Inikah rasa aneh yang lahir dari hati si kaum Hawa'
Dan inikah dikatakan cinta Zulaikha
Tertarik dengan ketampanan Yusuf
Biarpun sanubari diterjah kesakitan
Madah gramatisnya meruntun jiwa
Setangkai formal ditaburkan
Sejambak kemaafan kuserapkan
Hujung jemarinya memintal selubungku
Aku menjauhkan diri
Mutiara jernih menanti di tubir mata
Tinggal saat memecah kesedihan
Sukar ku lepaskan nostalgia suci
Detik indah bersama mengukir lukisan cinta
Dua insan bermadu kasih
Seumpama Romeo dan Juliet
Rindu dalam pasrah
Daku perlu mencari secebis waktu
Mengejar impian menara gading
Jika jodoh hadiah untuk dirinya
Setulus raga aku tadahkan….
Aku tahu Tuhan itu MAHA ADIL….
Tiada ulasan:
Catat Ulasan